
Croissant paling populer di Google Indonesia selama 2025 dapat dilihat dari data pencarian 12 bulan terakhir. Dari sini, terlihat format-format yang paling sering dicari, bukan soal rasa seperti keju atau cokelat.
Di awal, penting untuk memahami satu hal. Data pencarian sering mengikuti tren kafe dan bakery, jadi urutannya bisa berbeda dari “yang paling klasik”.
Artikel ini merangkum jenis croissant yang banyak dicari di Google Indonesia sepanjang 1 Januari 2025 sampai 31 Desember 2025, berdasarkan laporan Keyword Stats dari Google Keyword Planner yang Anda berikan.
Baca Juga
Cara Membuat Croissant di Rumah: Panduan Sederhana untuk Pemula
Apa yang dimaksud “jenis croissant”
Di artikel ini, “jenis” berarti format atau bentuk produk berbasis croissant. Contohnya croffle (croissant + waffle) atau cromboloni (croissant berbentuk bundar).
Karena fokusnya format, daftar ini tidak membahas varian rasa. Jadi pain au chocolat tetap masuk sebagai format, walau ada cokelat di dalamnya.
Anda bisa memakai daftar ini untuk riset konten. Anda juga bisa memakainya untuk melihat peluang menu yang sedang dicari orang.
Ringkasan data pencarian 2025
Angka di bawah adalah “Avg. monthly searches”, yaitu rata-rata pencarian per bulan untuk periode 12 bulan (Jan–Des 2025) dari file Keyword Planner. Urutan dibuat dari yang paling tinggi.
| Jenis / format | Rata-rata pencarian per bulan (2025) |
|---|---|
| Cromboloni | 18100 |
| Croffle | 14800 |
| Pain au chocolat | 4400 |
| Cronut | 720 |
| Crookie | 590 |
| Cruffin | 390 |
| Croissant butter | 260 |
| Crotabak | 140 |
| Croissant martabak | 90 |
| Cube croissant | 50 |
Satu hal yang langsung terlihat. Dua format hybrid memimpin jauh di atas yang lain, yaitu cromboloni dan croffle. Ini selaras dengan kebiasaan pasar Indonesia yang cepat mengangkat produk viral dari kafe dan bakery.
Kenapa tren kafe membuat urutan bisa bergeser
Secara umum, variannya mirip dengan luar negeri. Namun, di Indonesia ada faktor kuat, yaitu tren kafe dan “menu viral”. Saat satu format mudah dijual per porsi dan mudah difoto, pencariannya sering ikut naik.
Croffle adalah contoh yang jelas. Croffle praktis karena bisa dipress saat ada order. Hasilnya juga konsisten di banyak tempat, bahkan di kafe yang bukan spesialis bakery.
Cromboloni juga punya faktor visual yang kuat. Bentuk bundar dan lapisan pastry yang terlihat jelas membuat orang mudah mengingat namanya, lalu mengetikkan keyword itu di Google.





Jenis croissant terpopuler di hasil pencarian Google 2025 dan bedanya
1) Cromboloni
Cromboloni adalah format pastry yang sering dibahas sebagai gabungan konsep croissant dan bomboloni. Yang membedakan utamanya adalah bentuk bundar seperti “wheel” dan kesan berlapis yang menonjol saat dibelah.
Kenapa orang mencari cromboloni. Biasanya karena ingin tahu “itu apa”, “bedanya dengan croissant”, atau mencari rekomendasi tempat beli. Itu sebabnya volume pencariannya sangat besar di 2025.
2) Croffle
Croffle adalah croissant yang dimasak memakai waffle iron. Bentuknya pipih, bertekstur kotak seperti waffle, dan bagian luar cenderung renyah.
Di Indonesia, croffle sempat viral sejak 2021 dan bertahan cukup lama di menu kafe. Data 2025 masih menunjukkan pencariannya tinggi, artinya masih banyak orang yang mengenali format ini dan mencarinya.
3) Pain au chocolat
Pain au chocolat adalah format persegi panjang dari keluarga adonan berlapis seperti croissant. Banyak orang menyebutnya “chocolate croissant”, padahal formatnya berbeda dari croissant bulan sabit.
Walau ada cokelat, yang dicari orang seringnya adalah nama formatnya. Pencarian pain au chocolat juga tinggi dibanding format lain, kemungkinan karena mulai banyak bakery yang menulis nama aslinya di menu.
4) Cronut
Cronut adalah hybrid antara croissant dan donut. Adonannya dibuat berlapis, lalu digoreng seperti donat.
Di Indonesia, cronut pernah dikenal sejak tren globalnya masuk. Namun dari data 2025, pencariannya jauh lebih kecil dibanding cromboloni dan croffle. Ini memberi sinyal bahwa cronut ada pasarnya, tetapi tidak sebesar dua format teratas.
5) Crookie
Crookie adalah kombinasi croissant dan cookie. Umumnya, croissant dipadukan dengan elemen cookie untuk menambah tekstur.
Tren crookie naik karena konsepnya sederhana dan mudah dipahami. Namun volumenya masih di bawah cronut. Artinya, banyak orang sudah tahu, tetapi belum menjadi keyword masif sepanjang 2025.
6) Cruffin
Cruffin adalah format yang memadukan konsep croissant dan muffin. Bentuk akhirnya seperti muffin yang berlapis, biasanya tinggi dan “spiral”.
Di Indonesia, cruffin lebih sering ditemui di bakery tertentu. Itu bisa menjelaskan mengapa pencariannya tidak setinggi croffle yang menyebar di banyak kafe.
7) Croissant butter
Keyword “croissant butter” sering dipakai orang saat mencari croissant versi klasik yang menonjolkan rasa mentega. Ini bukan nama format yang aneh-aneh, tetapi lebih ke cara orang menyebut “croissant original”.
Volume 260 per bulan terlihat kecil dibanding hybrid. Namun keyword ini tetap penting untuk konten edukasi dasar, seperti “cara membedakan croissant yang bagus” atau “cara menyimpan croissant”.
8) Cube croissant
Cube croissant adalah croissant yang dibentuk kotak. Format ini biasanya populer karena tampilan dan lapisan di sisi-sisinya.
Di data 2025, pencarian “cube croissant” masih kecil. Namun, ini bisa menjadi sinyal tahap awal. Jika tren visualnya naik di 2026, keyword ini berpotensi ikut naik.
Pemakaian data untuk menentukan menu kafe
Data pencarian bisa dipakai sebagai kompas minat, terutama untuk melihat format croissant apa yang sedang dicari orang.
Jika satu format punya volume tinggi, artinya nama itu sudah dikenal luas.
Ini biasanya memudahkan penjualan karena pelanggan datang dengan ekspektasi yang jelas, atau minimal sudah pernah melihatnya di media sosial.
Cara praktis memakainya untuk keputusan menu
- Pilih 1 sampai 2 format paling dicari sebagai menu utama untuk menarik traffic, misalnya format hybrid teratas.
- Tambahkan 1 format klasik sebagai penyeimbang, karena ada segmen pelanggan yang tetap mencari rasa dan bentuk yang familiar.
- Sisipkan 1 format niche sebagai menu rotasi bulanan, untuk menguji minat tanpa menambah beban stok terlalu besar.
Cara membaca tren dari urutan pencarian
Urutan dari data 2025 menunjukkan mana yang sudah mainstream dan mana yang masih kecil.
Untuk kafe, ini bisa diterjemahkan sederhana:
- Volume tertinggi biasanya cocok untuk menu harian karena permintaan lebih stabil.
- Volume menengah cocok untuk menu kedua atau menu bundling.
- Volume kecil bisa jadi sinyal tren awal, tetapi sebaiknya diuji lewat batch kecil dan promosi terbatas.
Contoh strategi menu berbasis format
Beberapa format pendekatan yang sering pas untuk kafe:
- Konsep menu viral yang mudah dikenali, cocok untuk format hybrid teratas, karena pelanggan sering mencari berdasarkan nama.
- Konsep menu pendamping kopi, cocok untuk format yang mudah dipanaskan cepat dan tetap enak setelah beberapa menit di display.
- Konsep menu meeting dan sharing, cocok untuk mini size atau format yang mudah dibagi, sehingga nilai transaksi bisa naik lewat paket.
Hal yang perlu dicocokkan sebelum memutuskan format
Data pencarian membantu melihat minat, tetapi keputusan akhir tetap perlu dicocokkan dengan operasional:
- Kemampuan produksi dan alat di outlet, misalnya apakah ada waffle iron untuk croffle.
- Ketahanan tekstur setelah dipanaskan dan ditaruh di display beberapa menit.
- Kemudahan penyimpanan dan kontrol stok, terutama jika memakai sistem frozen untuk menekan waste dan menjaga konsistensi.
Pengalaman Below Zero yang relevan dengan tren croissant
Di Below Zero, kami beroperasi sejak 1998 di bawah PT. Kencana Anakmas Lestari dan menyediakan baked goods fresh dan frozen seperti Croissant, Donut, Puff Pastry, Sandwich, cakes, cookies, dan produk lain untuk retail wholesale nationwide. Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat produk pastry berbasis croissant semakin sering diminta, terutama dari coffee shop dan jaringan yang membutuhkan rasa dan bentuk yang konsisten di banyak lokasi. Pola permintaannya juga sering mengikuti tren. Saat format tertentu viral, pertanyaan dari pelanggan biasanya tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal tampilan, tekstur setelah dipanaskan, serta stabilitas produk saat disimpan. Pengalaman ini membuat kami terbiasa membaca perubahan minat pasar. Dari sisi operasional, kami juga menjaga kualitas lewat standar seperti GMP, HACCP, SJH, SQMS, dan SWA, serta sertifikasi Halal MUI dan SQMS oleh SGS Indonesia.
Penutup
Data Google Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan bahwa pencarian untuk format hybrid berbasis croissant sangat besar, terutama cromboloni dan croffle. Setelah itu, pain au chocolat masih menjadi format klasik yang tetap dicari.
Jika Anda menyusun konten, mulailah dari yang paling dicari. Lalu tutup dengan varian yang lebih niche seperti cruffin dan cube croissant, karena pembaca biasanya ingin melihat daftar yang lengkap.
Dengan pendekatan ini, artikel tetap ramah untuk pembaca umum. Di saat yang sama, strukturnya mengikuti kebiasaan pencarian orang di Google.


2 tanggapan untuk “Jenis Croissant Paling Populer di Google Indonesia (2025): Data Pencarian dan Penjelasan Singkat”
[…] Jenis Croissant Paling Populer di Google Indonesia (2025): Data Pencarian dan Penjelasan Singkat […]
[…] Jenis Croissant Paling Populer di Google Indonesia (2025): Data Pencarian dan Penjelasan Singkat […]