Tren Dubai‑Style Donut di Korea: Profil Rasa, Komentar Warganet, dan Pelajaran untuk Kafe Indonesia

Dubai Style Donat
Tren Dubai‑Style Donut di Korea: Profil Rasa, Komentar Warganet, dan Pelajaran untuk Kafe Indonesia
  • Dubai‑style donut identik dengan cokelat tebal, pistachio, dan kadaif renyah di dalam.
  • Di Korea, versi Dunkin tercatat 7.900 KRW dan ramai dibahas soal “value”.
  • Komplimen paling sering: cokelatnya memuaskan dan enak dipasangkan dengan kopi.
  • Keluhan paling sering: terlalu manis dan isi kadaif kurang banyak.
  • Untuk Indonesia, versi “lite” dan porsi yang jelas sering lebih aman untuk repeat order.

Dubai style donut belakangan sering muncul di konten Korea sebagai donat cokelat dengan isi pistachio dan kadaif. Banyak orang menyebut sensasinya mirip dessert Timur Tengah versi ringkas, seperti baklava mini yang dibungkus donat. Di video vlog Korea, beberapa produk dibandingkan sekaligus, termasuk varian dari brand donat lain.

Baca juga :

Dubai Chewy Cookies dan Peluang Menu Musiman untuk Bakery dan HoReCa

Cara Menikmati Dubai Chewy Cookie agar Teksturnya Terasa Maksimal

Buat kafe dan bakery di Indonesia, tren ini menarik karena menggabungkan tiga elemen yang sedang disukai: cokelat gelap yang tebal, pistachio yang “wangi kacang”, dan tekstur renyah dari kadaif. Namun karena manisnya cenderung tinggi, eksekusinya perlu rapi supaya pelanggan tidak cepat bosan.

Apa yang membuatnya disebut “Dubai style”

Cokelat tebal yang jadi fokus visual

Lapisan cokelat pada Dubai‑style donut biasanya menutup hampir seluruh permukaan. Ini membuat warna donat gelap dan mengilap. Lalu ditaburi pistachio. Kontras warna cokelat dan hijau membuatnya mudah menonjol di foto.

Isi pistachio + kadaif yang renyah

Kadaif adalah adonan tipis menyerupai “bihun halus” (sering juga disebut kataifi), lalu dipanggang sampai kering dan renyah. Di produk Dunkin Korea, deskripsi resminya menyebut donat diisi pistachio paste & cream yang mengandung baked kadaif, lalu ditutup cokelat dan pistachio topping.

Tekstur donat yang dibuat sanggup menahan topping

Karena toppingnya berat, adonan donatnya cenderung lebih “berisi” dan tidak terlalu rapuh. Pada beberapa review, donatnya digambarkan lembut dan lembap, lalu ada sensasi kunyah dari kadaif.

Profil rasa yang paling sering disebut

Jika disederhanakan, Dubai‑style donut punya tiga lapis rasa. Pertama, cokelat yang dominan dan manis. Kedua, rasa pistachio yang gurih dan aromatik. Ketiga, aftertaste dari kadaif yang renyah dan kadang terasa seperti “kue kering bermentega” tergantung komposisinya.

Untuk pairing minuman, banyak orang merasa cocok dengan kopi karena kopi membantu “memotong” manis. Pada vlog YouTube yang Anda lampirkan, pembuat konten juga membandingkan beberapa varian dan menilai mana yang paling seimbang.

Apa yang warganet Korea bilang

Yang disukai

Mayoritas konten memuji tampilan dan rasa “penuh”. Di vlog, ada komentar soal tekstur yang lembut dan lembap, serta bagian isi yang memberi sensasi kunyah. Ada juga yang menyebut pilihan favoritnya karena aroma pistachio terasa paling jelas.

Yang dikeluhkan

Keluhan yang sering muncul adalah “terlalu manis” dan “kadaif-nya kurang”. Ini menarik untuk Anda yang memikirkan menu. Karena dua keluhan ini bisa diperbaiki tanpa mengubah konsep besar. Anda bisa menurunkan manis cokelat, atau menambah sedikit komponen renyah supaya pengalaman makan lebih seimbang.

Diskusi harga

Harga juga jadi topik. Di Instagram, ada konten yang menyebut harga 7.900 KRW (USD 5,4) untuk Dunkin Dubai chocolate donut. Di situs resmi menu Dunkin Korea, Dubai style chocolate donut juga tercantum dengan informasi produk dan nutrisi, sehingga publik mudah membandingkan nilai dengan ukuran.

Checklist adaptasi untuk kafe Indonesia

  • Buat dua level manis: versi original dan versi “less sweet” dengan cokelat lebih gelap atau lapisan lebih tipis.
  • Standarkan jumlah isi pistachio dan kadaif per donat agar pelanggan merasa “worth”.
  • Uji ketahanan tekstur: kadaif renyah mudah melempem jika terkena krim terlalu basah.
  • Pikirkan porsi: donat besar dengan glaze tebal sering membuat pelanggan berhenti di setengah.
  • Jual sebagai menu musiman agar tetap terasa spesial dan tidak membebani produksi.
  • Siapkan pairing menu: kopi hitam, americano, atau latte kurang manis.

Jika Anda ingin menekan biaya tanpa mengorbankan rasa, fokuskan pada aroma pistachio dan sensasi renyah. Pistachio paste yang wangi sering terasa lebih “mewah” daripada sekadar topping banyak tetapi hambar.

Catatan operasional: kadaif itu sensitif

Kadaif mudah berubah tekstur. Begitu terkena krim yang terlalu basah atau terlalu lama di display, renyahnya turun. Karena itu, dua pendekatan biasanya lebih aman. Pertama, letakkan kadaif sebagai layer yang dilindungi, bukan di permukaan terbuka. Kedua, produksi batch kecil atau finishing mendekati jam jual.

Di Indonesia, kelembapan udara juga lebih tinggi. Jadi, uji display harus lebih ketat. Jangan hanya uji rasa saat baru jadi. Uji juga setelah 30–60 menit di etalase.

Pengalaman kami di Below Zero

Kami di Below Zero sering melihat menu donat “premium” berhasil ketika rasanya stabil dan porsinya masuk akal. Below Zero didirikan tahun 1998 di bawah PT. Kencana Anakmas Lestari. Kami spesialis menyediakan fresh dan frozen baked goods, misalnya Croissants, Donut, Puff Pastry, Sandwich, cakes dan lainnya untuk retail wholesale nationwide. Untuk donat dengan topping tebal dan isian, tantangan paling umum adalah menjaga tekstur tetap enak di jam sibuk dan mencegah topping cepat lembek saat display atau take-away. Uji SOP kecil seperti waktu finishing dan jenis kemasan sering memberi dampak besar.

Di titik ini, Below Zero biasanya menyarankan dua versi: satu versi “signature” yang lengkap, dan satu versi ringan yang lebih mudah diulang beli. Dengan begitu, Anda bisa menangkap dua tipe pelanggan sekaligus.

Penutup

Dubai‑style donut di Korea menjadi tren karena kombinasi cokelat tebal, pistachio yang gurih, dan kadaif yang renyah. Kontennya kuat, dan rasanya terasa “beda” dari donat biasa. Namun, kritik soal terlalu manis dan isi yang kurang juga menunjukkan area yang bisa diperbaiki.

Untuk kafe Indonesia, langkah kecil yang bisa segera dicoba adalah membuat prototipe versi “less sweet” dan menstandarkan isi kadaif-pistachio. Uji tekstur di etalase, lalu uji kemasan take-away. Jika hasilnya stabil, tren ini bisa menjadi menu musiman yang kuat tanpa membuat operasional kacau.

Pada akhirnya, produk viral yang bertahan biasanya bukan yang paling heboh, tetapi yang paling nyaman dimakan dan mudah diulang beli. Dubai‑style donut bisa masuk kategori itu jika Anda menahan manisnya dan mengunci tekstur renyahnya.

Referensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *