Cara Jualan dan Display Donat di Coffee Shop & Kafe: Menu Engineering, Display, dan SOP yang Rapi

Jualan Donat di Coffee Shop
Cara Jualan Donat di Coffee Shop & Kafe: Menu Engineering, Display, dan SOP yang Rapi

Cara jualan donat di coffee shop sering terlihat mudah, tetapi hasilnya bisa berbeda jauh antara satu tempat dan tempat lain. Banyak kafe sudah menaruh donat di menu, namun penjualannya “tidak keangkat”. Penyebabnya biasanya bukan rasa. Lebih sering karena pilihan varian terlalu banyak, display kurang terlihat, atau sistem stok harian berantakan.

Below Zero berdiri sejak 1998 di bawah PT Kencana Anakmas Lestari dan bergerak sebagai penyedia fresh dan frozen baked goods seperti Croissants, Donut, Puff Pastry, Sandwich, cakes, dan banyak lainnya untuk retail dan wholesale nationwide. Operasional kami menerapkan GMP, HACCP, SJH, SQMS, dan SWA, serta memegang Halal MUI Certification dan SQMS by SGS Indonesia. Dalam factsheet, hero product Below Zero adalah donat karena kami specialist fried donut, dan kami mengadvokasi pemakaian teknologi frozen agar mitra lebih praktis: produk tinggal thawing dan dipanaskan karena produk kami ready to heat, bukan ready to eat. Pendekatan ini membantu coffee shop mengontrol waste dan menjaga kualitas lebih stabil.

Baca juga

Cara Jualan Donat di Kafe, Online, dan Retail: Memilih Model yang Paling Cocok untuk Bisnis Anda

Donat Paling Banyak Dicari di Indonesia Selama Tahun 2025: Dari Donat Kentang sampai Donat Labu

Di artikel ini, fokusnya adalah membuat donat menjadi penjualan tambahan yang stabil. Bahasannya mencakup menu engineering, display, SOP operasional, dan cara memosisikan donat sebagai add-on yang rutin dibeli.

Donat di Coffee Shop: Fungsi Utamanya

Di coffee shop, donat sebaiknya diperlakukan sebagai produk pendamping yang bekerja sepanjang hari. Ada tiga fungsi utama yang paling relevan.

Pertama, donat sebagai add-on. Add-on berarti item tambahan yang meningkatkan nilai transaksi. Contohnya sederhana: customer awalnya hanya pesan kopi, lalu menambah 1 donat karena terlihat pas dan harganya masuk akal.

Kedua, donat sebagai impulse buy. Impulse buy adalah pembelian spontan karena produk terlihat menarik. Ini sering terjadi ketika donat ditaruh dekat kasir atau dekat area pick-up. Customer melihat, lalu memutuskan beli tanpa banyak pertimbangan.

Ketiga, donat sebagai snack cepat. Banyak customer tidak ingin makanan berat, tetapi ingin “ada yang digigit” saat minum kopi. Donat mengisi kebutuhan itu dengan porsi yang ringkas.

Keempat, customer biasanya membeli 1 minuman kopi, tetapi kalau donat ? bisa lebih dari 1, dan kalau dibawa pulang, bukan cuma 1.

Menentukan Konsep Menu Donat

Menu engineering itu terdengar rumit, tetapi intinya sederhana: menentukan pilihan menu yang tepat agar mudah dijual dan mudah dijalankan. Kuncinya adalah membagi menu menjadi dua kelompok.

Core Menu vs Rotasi

Core menu adalah varian yang selalu ada. Ini membantu customer mengingat dan kembali membeli. Rotasi adalah varian yang Anda ganti mingguan atau bulanan untuk menjaga rasa penasaran.

Untuk tahap awal, 4–6 varian sudah cukup. Terlalu banyak varian membuat customer bingung dan memperlambat antrean. Di sisi dapur, terlalu banyak varian membuat stok dan display sulit dijaga rapi.

Komposisi Varian yang Sehat

Berikut contoh komposisi yang biasanya mudah diterima pasar kafe di Indonesia:

  • 2 varian aman: donat coklat, donat almond
  • 1 varian trendy: donat matcha
  • 1 varian premium: donat pistachio
  • 1 varian unik: donut hawaian

Varian lain tetap bisa tersedia untuk fleksibilitas katalog. Namun, yang ditaruh di display dan yang dipromosikan harian sebaiknya tetap ringkas.

Display yang Membuat Donat Laku

Display adalah faktor yang sering menentukan penjualan. Donat yang enak tetap bisa kalah jika tidak terlihat. Di coffee shop, keputusan beli sering terjadi cepat, bahkan sebelum customer duduk.

Lokasi Display

Lokasi terbaik biasanya salah satu dari ini: dekat kasir, dekat antrean, atau dekat area pick-up. Tujuannya agar donat masuk “jalur pandang” customer saat mereka menunggu minuman dibuat.

Prinsip Visual dan Aturan 3 Detik

Pakai prinsip sederhana: produk harus bisa dipahami dalam 3 detik. Customer harus langsung mengerti ini donat apa, harganya berapa, dan mana yang paling direkomendasikan. Label rasa dan harga perlu singkat, tidak perlu panjang.

Checklist display yang bisa dipakai harian:

  • Label rasa dan harga terbaca dari jarak 1 meter.
  • Varian tidak terlalu banyak, sehingga tidak bikin bingung.
  • Ada penanda “best seller” untuk membantu keputusan cepat.
  • Donat terlihat rapi dan tidak tampak berminyak berlebihan; gunakan tray dan alas yang bersih.

Jika Anda menampilkan foto di menu board, pastikan foto sesuai produk yang disajikan. Foto yang “terlalu cantik” tetapi tidak realistis sering memicu komplain.

Bundling dan Pairing Minuman

Bundling membantu donat menjadi add-on yang lebih mudah dijual. Tidak perlu paket yang rumit. Di kafe, bahasa yang ringan biasanya lebih efektif.

Contoh Bundling Simpel

  • Kopi susu + 1 donat
  • Americano + 1 donat
  • Teh + 1 donat

Di menu board, kalimat seperti “Tambah donat +RpX” sering terasa lebih nyaman daripada kata “paket”. Ini membantu staff menawarkan secara natural, tanpa kesan memaksa.

Rekomendasi Pairing Rasa

  • Donat coklat cocok dengan kopi hitam karena rasa pahit kopi menyeimbangkan manis coklat.
  • Donat matcha cocok dengan minuman berbasis susu karena rasa matcha lebih lembut ketika bertemu susu.
  • Donat almond cocok dengan kopi yang lebih ringan karena aroma kacang terasa lebih jelas.

Pairing yang tepat membuat customer merasa “kombo”-nya pas. Ini mempermudah repeat order karena customer jadi punya kebiasaan.

Operasional: Stok, Waste, dan SOP Harian

Bagian ini yang biasanya paling membedakan kafe yang rapi dengan kafe yang sering boncos. Donat tidak boleh hanya “disiapkan”, tetapi harus punya SOP harian yang jelas.

Forecast Sederhana

Tentukan “stok aman” berdasarkan jam ramai. Misalnya, jika jam ramai Anda 08.00–11.00 dan 16.00–19.00, stok display harus cukup untuk dua gelombang. Setelah itu, refill dilakukan secukupnya.

Rotasi dengan Prinsip FIFO

FIFO berarti “yang masuk dulu, keluar dulu”. Dalam bahasa sederhana: donat yang datang lebih dulu harus dijual lebih dulu. Ini membantu menjaga kesegaran dan mengurangi sisa.

SOP Shift yang Praktis

  • Jam isi display pertama (misalnya sebelum buka).
  • Jam cek kondisi display (misalnya setiap 2 jam).
  • Jam stop refill (misalnya 2–3 jam sebelum tutup) untuk mencegah sisa berlebih.
  • Aturan stok sisa: dipindahkan ke internal staff meal, dipakai untuk bundling last call, atau mengikuti kebijakan internal yang Anda tetapkan.

Below Zero supplier roti menekankan pendekatan frozen untuk membantu kafe mengontrol waste dan stok harian, karena produk bisa disiapkan secara praktis. Produk kami juga ready to heat dan dipanaskan di oven, sehingga kafe bisa menyesuaikan jumlah yang disajikan dengan demand harian.

Peran Supplier untuk Menjaga Konsistensi

Coffee shop butuh rasa dan bentuk yang stabil. Customer akan membandingkan pengalaman hari ini dengan pengalaman minggu lalu. Jika outlet Anda lebih dari satu, konsistensi makin penting.

Sebelum memilih supplier, ada beberapa hal yang sebaiknya dicek: konsistensi batch, standar quality, distribusi, dan dukungan jika Anda butuh produk custom dengan MOQ tertentu. Di dokumen perusahaan, Below Zero mencantumkan bahwa kami mensuplai customized doughnuts secara nasional untuk berbagai coffee chain, termasuk chain terbesar no 1. Kami juga melayani klien retail dan supermarket, serta pernah mensuplai berbagai donuts untuk 7-Eleven dalam volume 10.000–12.000 pcs daily. Skala seperti ini menuntut konsistensi, QC, dan alur supply yang rapi.

Penutup

Donat bisa menjadi penjualan tambahan yang stabil jika dikelola dengan tiga hal: menu tidak kebanyakan, display yang terlihat jelas, dan bundling yang mudah dipahami. Setelah itu, SOP stok harian membantu Anda mengurangi waste dan menjaga konsistensi.

Jika ingin mulai cepat, pilih satu perbaikan untuk diuji selama 7 hari. Contohnya: rapikan display dekat kasir dan tambahkan opsi “Tambah donat +RpX” di menu. Lihat dampaknya pada jumlah transaksi, lalu lanjutkan dengan SOP refill dan rotasi agar sistemnya semakin rapi. Below Zero terus fokus menjadi partner bakery goods untuk coffee shop dengan produk donat sebagai hero product, didukung sistem frozen ready to heat, standar kualitas, dan perhatian pada kebutuhan mitra.

3 tanggapan untuk “Cara Jualan dan Display Donat di Coffee Shop & Kafe: Menu Engineering, Display, dan SOP yang Rapi”

Tinggalkan Balasan ke Donat Mochi dan Croissant Donut: Tren Format Unik yang Sedang Viral – Below Zero Supplier Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *