Matcha kini sering muncul dalam obrolan saat sebuah kafe sedang meninjau ulang menu. Ada pelanggan yang mulai bertanya soal matcha latte. Ada juga yang datang bukan untuk kopi dulu, tetapi justru mencari minuman hijau yang terasa ringan, creamy, dan terlihat menarik di etalase atau media sosial.
Matcha di Indonesia bukan lagi sekadar kata pelengkap di daftar minuman. Dalam banyak kasus, matcha mulai dibaca sebagai sinyal perubahan selera pasar. Saat pencarian di Google naik, itu biasanya berarti minat publik sedang bergerak. Dari situlah pelaku kafe bisa mulai membaca apakah tren ini hanya ramai sesaat atau sedang masuk ke fase yang lebih stabil.
Baca juga
Paket Dirty Latte + Pastry: Cara Sederhana Menaikkan Average Order Value di Kafe
Bagi kafe, hal seperti ini penting. Keputusan menambah menu tidak cukup berdasarkan ramai di media sosial. Perlu ada tanda bahwa orang benar-benar mencarinya. Pada titik itu, data pencarian memberi gambaran yang lebih tenang. Data tidak menjawab semua hal, tetapi cukup membantu untuk membaca arah pasar dengan kepala dingin.

Matcha tumbuh kuat dalam pencarian non-brand
Dalam data periode Februari 2025 sampai Januari 2026, keyword matcha memiliki rata-rata 165.000 pencarian bulanan. Angka ini sudah besar untuk keyword non-brand. Yang lebih penting, pertumbuhan year-on-year-nya mencapai 123 persen.
Artinya, minat terhadap matcha tidak hanya ada, tetapi sedang naik dalam laju yang jelas. Ini bukan lonjakan kecil. Ini menunjukkan bahwa matcha sedang bergerak dari minat terbatas menjadi kata yang lebih umum dicari publik.
Pola ini juga terlihat pada keyword turunannya. Matcha latte berada di rata-rata 33.100 pencarian bulanan dan tumbuh 124 persen secara tahunan. Minuman matcha berada di 18.100 pencarian bulanan dengan pertumbuhan 236 persen. Lalu matcha terdekat mencatat 12.100 pencarian bulanan dengan pertumbuhan 1.957 persen.
Jika dibaca bersama, data ini menunjukkan satu hal penting. Matcha tidak hanya dicari sebagai bahan atau rasa. Matcha juga dicari sebagai minuman, sebagai tujuan beli, dan sebagai sesuatu yang ingin ditemukan dekat dari lokasi pencari.
Apa arti non-brand dalam konteks ini
Non-brand berarti keyword yang tidak menyebut nama merek tertentu. Jadi fokusnya ada pada kata umum seperti matcha, matcha latte, minuman matcha, atau matcha terdekat.
Keyword seperti ini penting karena lebih menggambarkan permintaan pasar yang luas. Jadi yang terlihat bukan loyalitas ke satu brand, tetapi minat kategori secara umum. Untuk pelaku kafe, data non-brand lebih berguna saat ingin membaca peluang menu dan perilaku pasar.
Growth pencarian matcha terlihat jelas dari bulan ke bulan
Jika dilihat per bulan, keyword matcha bergerak dari 74.000 pencarian pada Februari 2025 menjadi 90.500 pada April 2025. Lalu angka ini naik ke 165.000 pada Mei, bertahan di 165.000 pada Juni dan Juli, naik lagi ke 201.000 pada Agustus, lalu mencapai 301.000 pada September 2025.
Setelah puncak itu, volumenya memang turun dari titik tertinggi. Namun penurunan itu tidak kembali ke posisi awal. Sampai Januari 2026, keyword matcha tetap berada di level 165.000 pencarian bulanan. Itu jauh di atas angka awal periode.
Pola seperti ini cukup sehat. Dalam bahasa sederhana, matcha bukan hanya sempat meledak lalu hilang. Matcha sempat naik tinggi, lalu bertahan pada level baru yang lebih kuat. Untuk pelaku usaha, pola seperti ini biasanya lebih menarik dibanding tren yang hanya meledak singkat lalu lenyap.
Keyword dengan niat beli juga ikut naik
Sinyal yang lebih penting justru datang dari keyword yang dekat dengan aksi. Matcha near me berada di 27.100 pencarian bulanan dengan pertumbuhan 402 persen. Minuman matcha terdekat memiliki 1.000 pencarian bulanan dan tumbuh 829 persen.
Kata seperti “terdekat” biasanya menunjukkan niat yang lebih dekat ke pembelian atau kunjungan. Orang tidak hanya ingin tahu soal matcha. Mereka mulai ingin menemukan dan membelinya.
“Saat keyword umum naik, pasar sedang tertarik. Saat keyword dengan kata terdekat ikut naik, pasar mulai bergerak ke keputusan.”
Sedikit bandingkan dengan kopi dan coffee shop
Dari sisi volume absolut, kopi tetap jauh lebih besar. Keyword kopi memiliki rata-rata 1.220.000 pencarian bulanan. Sementara coffee shop terdekat berada di 450.000 pencarian bulanan. Ini menegaskan bahwa kopi masih menjadi kategori inti dan coffee shop tetap kuat sebagai tujuan pencarian lokasi.
Namun jika fokusnya adalah pertumbuhan, gambarnya mulai berubah. Keyword kopi justru turun 33 persen secara year-on-year. Sebaliknya, coffee shop terdekat tumbuh 22 persen. Di saat yang sama, matcha tumbuh 123 persen, matcha latte 124 persen, minuman matcha 236 persen, dan matcha terdekat 1.957 persen.
Jadi, kopi masih unggul sebagai kategori utama. Coffee shop tetap kuat sebagai pintu masuk lokasi dan kunjungan. Tetapi bila yang dibaca adalah growth pencarian, matcha sedang bergerak lebih cepat.
- Kopi tetap menjadi kata dasar dengan volume terbesar.
- Coffee shop tetap penting untuk pencarian lokasi.
- Matcha menonjol pada laju pertumbuhan, terutama pada keyword non-brand.
- Keyword turunan matcha mulai bergerak ke intent yang lebih dekat ke pembelian.
Apa arti perbandingan ini untuk kafe
Perbandingan ini membantu kafe agar tidak salah membaca pasar. Bila hanya melihat volume, matcha bisa terlihat kecil. Bila hanya melihat media sosial, matcha bisa terlihat terlalu besar. Data pencarian memberi posisi yang lebih seimbang.
Kopi masih fondasi utama. Coffee shop tetap ruang utamanya. Matcha adalah lapisan permintaan baru yang tumbuh cepat. Karena itu, matcha lebih tepat dibaca sebagai penguat menu, bukan pengganti kopi.
Kenapa tren matcha relevan untuk operasional kafe
Saat minat terhadap matcha naik, yang ikut berubah biasanya bukan hanya daftar minuman. Selera pelanggan terhadap produk pendamping juga ikut bergeser. Minuman seperti matcha latte sering lebih kuat saat dipasangkan dengan pastry, donut, croissant, cookies, atau cake yang cocok secara rasa dan tampilan.
Karena itu, tren minuman sebaiknya tidak dibaca sendirian. Pelaku kafe perlu melihatnya bersama ritme operasional, kemampuan penyajian, dan kesiapan produk pendamping. Di sinilah banyak keputusan menu menjadi lebih nyata. Bukan hanya soal apa yang sedang ramai, tetapi apa yang benar-benar bisa dijalankan dengan rapi setiap hari.
Belowzero relevan dalam konteks ini karena fokusnya ada pada fresh and frozen baked goods untuk retail dan wholesale nationwide. Produk nya mencakup croissants, donut, puff pastry, dubai chewy, sandwich, cakes, dan banyak produk lain. Dalam operasionalnya, Belowzero juga menjalankan GMP, HACCP, SJH, SQMS, dan SWA, serta memegang Halal MUI Certification dan SQMS by SGS Indonesia.
Pengalaman yang dekat dengan kebutuhan kafe
Dalam praktik di lapangan, kebutuhan kafe biasanya tidak berhenti pada ide menu. Begitu tren mulai terlihat, pertanyaan yang muncul cepat berubah menjadi hal-hal yang sangat operasional. Apakah produk pendamping bisa dijaga konsisten. Apakah stok aman saat traffic naik. Apakah kualitas tetap sama jika harus dikirim ke banyak outlet. Apakah tim outlet bisa menyajikannya tanpa proses yang terlalu rumit.
Di titik ini, pengalaman Belowzero cukup relevan dengan cara kerja kafe. Tipikal klien terbesarnya adalah coffee shop dan retail shop yang perlu menjaga kualitas tetap sama di banyak cabang. Dalam alur produksi, bahan baku masuk ke storage, lalu diproduksi di kitchen, disortir oleh QC, dibekukan, dikemas, lalu dikirim. Produk frozen kemudian dipanaskan saat dibutuhkan. Pendekatan ini membantu outlet mengontrol waste per day dan storage, sekaligus menjaga kualitas tetap termaintain. Belowzero juga terbiasa berdiskusi dengan customer mengenai preference, kebutuhan, MOQ, flow pengiriman, sampai kemungkinan custom product. Saat tren seperti matcha sedang naik dan kafe ingin menyesuaikan pairing menu dengan lebih rapi, sistem kerja seperti ini biasanya lebih mudah diterapkan dalam operasional harian.
Membaca tren matcha dengan lebih tenang
Tidak semua tren perlu direspons dengan langkah besar. Tetapi tren yang punya volume cukup besar, growth tinggi, dan keyword turunannya mulai menunjukkan intent pembelian layak diperhatikan lebih serius. Matcha saat ini masuk ke kategori itu.
Bagi kafe, respon yang sehat biasanya sederhana. Baca datanya. Lihat hubungan antara minuman dan produk pendamping. Pastikan eksekusinya masuk akal. Dan jangan hanya mengejar tren, tetapi siapkan sistem yang bisa menjaga kualitas saat permintaan datang.
Pada akhirnya, matcha memang belum menyalip kopi dari sisi volume total. Namun pertumbuhan pencariannya memberi sinyal yang kuat bahwa minat pasar sedang naik. Untuk kafe yang ingin berkembang, ini bukan alasan untuk mengubah arah bisnis secara total. Ini lebih tepat dibaca sebagai peluang untuk memperluas pilihan menu, memperkuat pairing, dan merespons perubahan selera pasar dengan langkah yang lebih terukur.
Referensi:
- Data keyword matcha, kopi, dan coffee shop dari file pencarian terlampir: Keyword-Stats-2026-03-08-at-11_54_32-matcha.csv
- Profil perusahaan dari file terlampir: Below-Zero-COMPANY-PROFILE-2-3.pdf
- Informasi operasional dan kebutuhan klien dari file terlampir: Below-Zero-Factsheet-2.pdf

